Danlanal Palu Sebut Demonstrasi Terjun Payung HUT ke-62 Sulteng untuk Promosi Wisata Tiga Dimensi

  • Whatsapp

PALU, SULTENG MEDIA ONLINENEWS. ID//Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu menjadikan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tengah ke-62 Tahun 2026 sebagai ajang strategis dengan menggelar kegiatan Demonstrasi Terjun Payung yang tidak hanya bernilai atraksi, tetapi juga mengemban misi besar mempromosikan potensi wisata alam Sulawesi Tengah hingga ke tingkat internasional.

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Komandan Lanal Palu, Kolonel (Marinir) M. Ali Wardhana, S.E., M.Tr.Opsla., M.M., dalam konferensi pers yang berlangsung di Terrace Cafe Swiss-Belhotel Silae, Palu, Sabtu sore, 11 April 2026, di hadapan sejumlah awak media online dan elektronik.

Muat Lebih

*Bukan Sekadar Hiburan, Misi Mulia di Balik Aksi Terjun*

Dalam keterangannya, Kolonel (Marinir) Ali Wardhana yang bertindak selaku Ketua Panitia kegiatan ini menegaskan bahwa demonstrasi terjun payung yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT Provinsi Sulteng ke-62 ini memiliki dimensi jauh lebih luas dari sekadar uji nyali dan unjuk keterampilan para atlet di hadapan publik.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang tampil untuk uji nyali dan skill yang mumpuni demi menghibur masyarakat, melainkan mengandung misi yang sangat mulia, yaitu berusaha mengangkat setinggi-tingginya nama baik Provinsi Sulawesi Tengah di kancah nasional yang tidak tertutup kemungkinan hingga ke mancanegara,” ujar Kolonel (Marinir) Ali Wardhana di hadapan para wartawan.

*28 Penerjun Profesional, Tiga di Antaranya Perempuan*

Kegiatan demonstrasi ini akan melibatkan sebanyak 28 orang penerjun payung berpengalaman yang berasal dari unsur TNI, Polri, maupun sipil, dengan kualifikasi profesional yang telah memenuhi standar kompetensi terjun payung nasional. Dari jumlah tersebut, tiga orang di antaranya adalah penerjun perempuan, yang turut membuktikan bahwa olahraga dirgantara kini tidak lagi menjadi domain eksklusif kaum pria.

Para penerjun akan melaksanakan lompatan dari ketinggian 5.500 kaki (ft) di atas permukaan tanah, dengan Lapangan Immanuel Palu yang ditetapkan sebagai drop zone atau zona pendaratan resmi. Pemilihan lokasi tersebut dinilai strategis mengingat aksesibilitasnya yang tinggi sehingga memungkinkan masyarakat luas menyaksikan langsung aksi spektakuler para penerjun dari jarak dekat.

*Keindahan Alam Tiga Dimensi Sulteng Jadi Daya Jual Utama*

Lebih lanjut, Danlanal menjelaskan bahwa Sulawesi Tengah memiliki keunggulan geografis berupa keindahan alam tiga dimensi yang terdiri atas teluk, lembah, dan pegunungan. Kekayaan alam tersebut diyakini memiliki nilai jual tinggi sebagai destinasi wisata apabila berhasil diperkenalkan secara luas kepada masyarakat nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan terjun payung ini, panitia berharap liputan dan perhatian publik yang timbul akan menjadi media promosi alami yang mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah, yang pada gilirannya turut memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat Sulawesi Tengah secara menyeluruh.

*Sinergitas Lintas Sektor Jadi Fondasi Pelaksanaan*

Kolonel (Marinir) Ali Wardhana turut menekankan bahwa keberhasilan kegiatan sebesar ini mustahil terwujud tanpa adanya sinergi yang solid dari seluruh pemangku kepentingan lintas sektor. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi nyata tanpa pamrih demi kelancaran dan kesuksesan even ini.

Dalam konferensi pers tersebut, Danlanal didampingi oleh Hendro Satriyo selaku penanggung jawab teknis kegiatan, serta Asegaf Ahmad Umar yang menjabat sebagai Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) sekaligus Ketua Paralayang Indonesia.

*Zero Accident Jadi Prioritas Utama Kepanitiaan*

Selaku Ketua Panitia, Kolonel (Marinir) Ali Wardhana mengingatkan seluruh jajaran panitia dan peserta untuk senantiasa mengutamakan prinsip zero accident dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan. Mengingat ketinggian lompatan yang mencapai 5.500 kaki serta kompleksitas koordinasi di udara maupun di darat, ia menegaskan pentingnya ketelitian, akurasi data dan informasi, serta kepatuhan penuh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai landasan utama demi menjamin keselamatan semua pihak yang terlibat.

*Persiapan Teknis Rampung, Semua Pihak Optimistis*

Sebelum konferensi pers digelar, seluruh panitia bersama unsur pemangku kepentingan terkait terlebih dahulu melaksanakan pertemuan teknis secara menyeluruh guna memastikan kesiapan di segala lini, mulai dari aspek keselamatan penerjunan, koordinasi lapangan di drop zone Lapangan Immanuel Palu, hingga kesiapan fisik dan teknis seluruh 28 penerjun yang akan ambil bagian.

Pada akhir konferensi pers, suasana berlangsung optimistis. Seluruh pihak yang hadir menyatakan harapan bersama agar even Demonstrasi Terjun Payung dalam rangka HUT Provinsi Sulawesi Tengah ke-62 ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses, serta mampu meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat luas sekaligus mengharumkan nama Bumi Tadulako di mata nasional dan dunia. (Rif)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *