MURUNG RAYA – MEDIA ONLINENEWS.ID//Pemerintah Kabupaten Murung Raya terus menunjukkan langkah progresif dalam menekan angka pengangguran melalui penguatan kebijakan, pelatihan kerja, dan inovasi program ketenagakerjaan. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Validasi Penilaian Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah (AKPD) Dimensi Penurunan Pengangguran yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (8/4/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan unsur pemerintah daerah, pengelola Balai Latihan Kerja (BLK), hingga tim penilai dari kementerian, media, dan kalangan pakar sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penurunan pengangguran di daerah.
Data yang dipaparkan menunjukkan tren positif, di mana tingkat pengangguran di Murung Raya menurun dari 2,9 persen pada tahun 2024 menjadi 2,76 persen pada tahun 2025. Meski penurunannya relatif moderat, capaian ini dinilai sebagai fondasi awal yang penting untuk mendorong hasil yang lebih signifikan ke depan.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa salah satu strategi utama yang ditempuh adalah memperluas akses kemudahan berusaha. Penyederhanaan perizinan telah mendorong tumbuhnya lebih dari 1.000 pelaku usaha baru, yang secara bertahap membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Di sisi lain, Balai Latihan Kerja (BLK) Murung Raya memainkan peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Berbagai pelatihan berbasis keterampilan seperti operator alat berat, tenaga keamanan, dan keahlian teknis lainnya terus dikembangkan. Pada tahun 2025, tingkat penyerapan kerja dari program pelatihan ini mencapai sekitar 50 persen. Peserta juga mendapatkan dukungan berupa pelatihan gratis, uang saku, serta jaminan keselamatan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Komitmen pemerintah daerah juga tercermin dari alokasi anggaran sebesar Rp7,3 miliar yang difokuskan pada program penanganan pengangguran, dengan prioritas utama pada penguatan pelatihan kerja. Pendekatan ini menunjukkan arah kebijakan yang menitikberatkan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja sebagai kunci daya saing.
Selain itu, inovasi program “Kartu Hebat Pra Kerja” menjadi salah satu terobosan daerah dalam meningkatkan kesiapan kerja, khususnya bagi generasi muda. Program ini dilengkapi dengan dukungan kebijakan lain seperti bantuan sosial, pendidikan, dan bantuan langsung tunai yang secara tidak langsung memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Namun demikian, tantangan masih dihadapi, terutama dalam membangun kerja sama formal dengan dunia usaha. Hingga saat ini, belum banyak perusahaan yang terikat dalam perjanjian kerja sama resmi seperti MoU atau PKS. Kondisi ini disebabkan oleh kebutuhan tenaga kerja yang cenderung fluktuatif dan situasional.
Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Murung Raya tetap optimistis. Dengan penguatan kolaborasi, peningkatan kualitas pelatihan, serta dorongan terhadap iklim usaha yang kondusif, upaya penurunan pengangguran diyakini dapat terus ditingkatkan.
Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan, dan Pelayanan Publik, Dr. T.R. Fahsul Falah, menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor. Ia berharap langkah-langkah yang telah dilakukan dapat menjadi pijakan kuat dalam menciptakan ketenagakerjaan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Murung Raya.
Dengan arah kebijakan yang semakin terfokus dan responsif terhadap kebutuhan lapangan, Murung Raya menunjukkan komitmen untuk terus bergerak maju dalam menghadirkan peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat. (Ade/pdtry)






