MEDIA ONLINENEWS.ID//PEMERINTAH dan DPR diminta segera merombak APBN tahun 2026 untuk merespon perubahan geopolitik yang berdampak pada ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto, Jumat 20 Maret 2026.
Mulyanto menilai, saat ini waktu yang tepat bagi Pemerintah untuk merekonstruksi kembali secara menyeluruh APBN 2026. Pasalnya, dalam konstelasi geopolitik hari ini, asumsi makro yang digunakan sebelumnya sudah sangat berubah. Selain perlunya merombak ulang prioritas belanja negara, di tengah kondisi tekanan fiskal yang ada.
Mulyanto menyebut program-program sosial yang memiliki beban fiskal besar seperti program subsidi/kompensasi energi, pembangunan IKN, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih perlu ditinjau ulang dan ditajamkan.
“Pilihan kebijakan yang diambil tidak boleh reaktif dan bersifat jangka pendek. Diperlukan langkah korektif yang terukur, menyeluruh, dan berpihak pada kepentingan nasional jangka panjang dan kepentingan rakyat secara langsung,” ujarnya.
Diketahui harga minyak Brent sekarang di atas USD 111 per barel (Rabu, 18/3). Sebelumnya bahkan pernah menyentuh angka USD 120 per barel. Tanpa ada upaya khusus harga minyak yang tinggi ini akan memperlebar defisit fiskal melebihi batas Undang-Undang yang 3 persen PDB.
Sedangkan, Presiden Parabowo sendiri sudah menginstruksikan jajarannya untuk melaksanakan program penghematan energi.
[Redaksi]






