Dandim Gunungkidul Ungkap Peran Penting Petani Melon

  • Whatsapp

GUNUNGKIDUL – MEDIA ONLINENEWS.ID//Komandan Kodim (Dandim) 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan menekankan pentingnya peran petani melon untuk menopang kebutuhan konsumsi buah baik di Gunungkidul, DIY dan daerah tetangga. Dandim menyatakan produktivitas melon Gunungkidul bisa mencukupi kebutuhan sekitar 2,5 juta warga.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, produktivitas melon di Gunungkidul mencapai 3.793,98 kuintal. “Produktivitas melon sebagaimana disebut dalam data BPS ini setara 379.398 kg melon atau sekitar 379 ton melon. Jika dikonversi lagi bisa disebut setara 2.529.320 porsi buah,” katanya saat menghadiri panen melon bersama para petani muda bertempat di Mastani Farm, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (14/3/2026).

Muat Lebih

Dinas Dukcapil Gunungkidul, sambung Dandim, menyebut jumlah penduduk di Gunungkidul sebanyak 779.050 jiwa. “Nah ini dia tinggal dihitung, jatuhnya kan produktivitas melon tersebut baru bisa memenuhi sekitar tiga hari kebutuhan buah. Perhitungannya jika semua warga mengonsumsi buah secara ideal lho ya ini,” imbuhnya.

Untuk itu, Dandim menyatakan dukungan penuhnya terhadap petani Gunungkidul untuk lebih masif dalam memproduksi buah. Dia menjelaskan masih ada buah lain yang terbukti eksis di Gunungkidul, seperti pepaya, pisang, dan lainnya.

Dandim Alfian pun berkomitmen untuk berkolaborasi dengan petani dalam menjemput peluang tersebut. Ia menegaskan tak akan berdiam diri, dalam hal ini bakal turut mengampanyekan pentingnya konsumsi buah. “Acuan kita kan jelas, berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO) yang menyarankan konsumsi buah dan sayur minimal 400 gram per hari, dengan buah sekitar 2–3 porsi. Satu porsi buah umumnya 100–150 gram,” bebernya.

Selain itu, Dandim menyampaikan pihaknya kini dilengkapi dengan Kompi Produksi. Kompi tersebut dibentuk untuk mendukung program ketahanan pangan. “Kompi Produksi bermitra dengan Mastani Farm. Semoga ini awal yang baik mewujudkan ketahanan pangan,” kata dia.

Sebagai informasi, Kompi Produksi Kodim Gunungkidul menjajaki kerja sama dengan Mastani Farm. Mastani Farm berbasis di Mastani farm, Wonosari, dan berkolaborasi dengan karang taruna di berbagai lokasi.

Ketua Mastani Farm, Fahid Nurarrosyid, mengaku kolaborasi dengan Kompi Produksi Gunungkidul berawal dari obrolan. “Piloting project beberapa peluang dan memaksimalkan yang memungkinkan, yakni pemasaran melon. “Kami mulai dari pemasaran,” kata Fahid.

Ia mengatakan melon menjadi buah yang paling diminati. Ia membuktikan hal itu lewat pengalaman memasarkan hasil budi daya beberapa tahun terakhir. “Sejak 2018 dengan sistem pemasaran agrowisata sangat mendapat antusias dan bahkan dengan tenggang waktu sepekan malah sebelum sepekan sudah habis dengan kapasitas 1,5 ton,” katanya.(Pen0730GK).

[Redaksi]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *