Presidium Pemuda Timur Soroti Dampak Global terhadap Keamanan Nasional, Tegaskan Polri Harus Tetap Langsung di Bawah Presiden

  • Whatsapp

JAKARTA – MEDIA ONLINENEWS.ID//Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, menegaskan dukungan organisasinya agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah Presiden. Pernyataan itu disampaikan dalam forum silaturahmi dan buka puasa bersama pemuda lintas daerah Indonesia Timur di Jakarta.

Menurut Sandri, dukungan tersebut bukan sekadar sikap politik sesaat, melainkan posisi konstitusional yang berpijak pada amanat **Undang-Undang Dasar 1945** dan prinsip supremasi sipil dalam tata kelola negara.

Muat Lebih

“Kita berbicara soal desain ketatanegaraan. Posisi Polri di bawah Presiden adalah bagian dari sistem yang dirancang untuk menjaga profesionalisme dan akuntabilitas,” ujar Sandri dalam sambutannya.

Ia menilai, wacana penempatan Polri di bawah kementerian perlu dikaji secara hati-hati. Menurutnya, perubahan struktur komando berpotensi memperpanjang rantai birokrasi serta membuka ruang tarik-menarik kepentingan sektoral.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, stabilitas keamanan nasional menjadi faktor kunci. Polri harus bekerja profesional dan independen. Karena itu garis komando langsung di bawah Presiden tetap relevan,” katanya.

### Soroti Dinamika di Kawasan Timur

Presidium Pemuda Timur juga menekankan pentingnya stabilitas keamanan di kawasan timur Indonesia yang memiliki keragaman sosial, budaya, dan agama. Sandri menyebut independensi kepolisian menjadi salah satu instrumen pencegah konflik horizontal.

“Indonesia Timur memiliki dinamika sosial yang kompleks. Penegakan hukum yang netral dan profesional adalah prasyarat menjaga harmoni,” ujarnya.

Dalam deklarasi yang dibacakan di akhir acara, Presidium Pemuda Timur menyampaikan empat sikap: setia pada konstitusi, menjaga independensi Polri dari intervensi, mendukung Polri sebagai penyatu Nusantara, serta mendorong transformasi kelembagaan yang presisi dan akuntabel.

Sandri menegaskan organisasinya akan terus mengawal isu tersebut sebagai bagian dari partisipasi pemuda dalam diskursus kebijakan publik.

“Ini bukan soal mempertahankan status quo, melainkan memastikan setiap kebijakan struktural tetap sejalan dengan kepentingan nasional,” kata dia.

Acara ditutup dengan doa bersama dan diskusi internal antar perwakilan pemuda dari berbagai daerah, yang sepakat mendorong ruang dialog terbuka terkait reformasi kelembagaan Polri di masa mendatang. (Pdtry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *