KKN 48 UNS Tingkatkan Ketrampilan dan Ekonomi Warga Desa Segorogunung Melalui Pembangunan Rumah Pembibitan Nilam

  • Whatsapp

KARANGANYAR, JATENG – MEDIA ONLINENEWS.ID//Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)_ diterjunkan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui KuliahKerja Nyata (KKN) di Desa Segorogunung.(06 Januari s/d 19 Februari 2026).

Tim KKN 48 UNS berhasil mewujudkan Rumah Pembibitan Nilam sebagai upaya peningkatan ekonomi desa. Antusiasme warga Desa Segorogunung untuk berkolaborasi menjadikan pengerjaan rumah pembibitan dapat dilakukan secara singkat dari rangka hingga berdiri kokoh. Program ini tidak selesai setelah berdirinya rumah pembibitan tetapi juga dilengkapi oleh kegiatan interaksi aktif yaitu pelatihan pembibitan tanaman nilam secara langsung yang dilakukan bersama ibu-ibu warga Desa Segorogunung.

Muat Lebih

Desa Segorogunung adalah desa yang terletak di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Posisi desa yang berada di dataran tinggi tepatnya di lereng Gunung Lawu membuat potensi pertanian sangatlah terbuka. Masyarakat Desa Segorogunung yang tersebar di tujuh dusun seperti Dukuh, Mener, Ngledok, Nglerak, Sawit, Sendonorejo,dan Segorogunung, sebagian besar memiliki mata pencaharian utama sebagai petani.Sekitar 70-80 persen dari masyarakat desa menanam berbagai jenis sayuran sebagai bagian dari pertanian hortikultura. Letaknya yang di lereng Gunung Lawu memiliki tanah yang gembur serta udara yang sejuk, sehingga komoditas sayuran tumbuh dengan sangat baik.

Aksi kolaboratif ini lahir dari hasil identifikasi potensi desa yang belum terulik secara keseluruhan. Warga Desa Segorogunung sudah familiar dengan tanaman nilam yang biasa disebut (Dilem) sebagai salah satu tanaman liar, padahal nilam memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Nilam (Pogostemon cab lin B.) termasuk tanaman industri yang dikenal dalam dunia perdagangan dengan nama Patchouli karena memiliki senyawa aktif Patchoulene. Mayoritas minyak nilam global dihasilkan oleh Indonesia sekitar 90% dari keseluruhan pasokan. Desa Segorogunung memiliki potensi dalam pembibitan tanaman nilam yang mudah ditumbuhkan dalam berbagai lingkungan, namun selama ini petani tidak mengetahui mengenai peluang tersebut. “Kami melihat adanya peluang pemasukan penghasilan baru bagi warga desa dengan memproduksi bibit nilam. Hal tersebut dapat membuka kemungkinan peluang pekerjaan baru hingga meningkatkan ekonomi warga Desa Segorogunung,” jelas Tara Adista Yanuari, Penanggung Jawab Program Pembibitan Nilam KKN UNS Kelompok 48.

Program ini dimulai dengan semangat yang nyata untuk membangun rumah pembibitan. Kepala Desa Segorogunung, Bapak Tri Harjono, mengungkapkan bahwa pemerintah desa mendukung penuh pembangunan Rumah Pembibitan Nilam, karena apabila tumbuh dengan baik maka dapat membantu perekonomian warga. Mahasiswa KKN dan warga bersama bahu-membahu dalam setiap tahapan pembuatan. Tempat yang digunakan untuk pembangunan rumah pembibitan berada di halaman rumah salah satu warga yang sangat strategis karena berada di tengah desa. Warga desa menyambut dengan suka cita dan menyumbangkan beberapa material serta tenaga yang dibutuhkan untuk pembuatan rumah pembibitan. Kerjasama yang harmonis antara warga dengan mahasiswa KKN membuat pembangunan rumah pembibitan dapat selesai dalam waktu satu minggu.

Berdirinya rumah pembibitan menandakan peralihan ke kegiatan selanjutnya yaitu pelatihan pembibitan nilam dari stek pucuk secara langsung. Metode stek pucuk dipilih karena mudah dipelajari, cepat menghasilkan pertumbuhan akar yang cepat, serta mempertahankan sifat unggul induk tanaman. Peserta dari kegiatan ini meliputi ibu-ibu RT.02, Dusun Dukuh, Desa Segorogunung yang berjumlah 50 orang. Pelatihan ini diawali penjelasan oleh mahasiswa pertanian UNS mengenai pemilihan pucuk induk yang sehat,pencampuran media tanam dari tanah dengan pupuk kandang, serta teknik memotong stek yang benar. Warga desa tak segan bertanya dan mencoba langsung, sehingga menciptakan suasana belajar yang interaktif.

Antusiasme warga desa meningkat pada saat sesi praktik langsung di tray pembibitan.Satu per satu warga bergantian mempraktikan cara memilih bibit pucuk yang sehat,pemotongan stek dengan benar, dan menancapkan stek ke dalam tray pembibitan.”Kegiatan pelatihan pembibitan stek ini diharapkan dapat bermanfaat serta membuka peluang baru bagi ibu-ibu Dusun Dukuh, Desa Segorogunung,” ucap salah satu warga Desa Segorogunung.

Selesainya kegiatan pelatihan pembibitan nilam dengan metode stek pucuk menandai akhir dari rangkaian kegiatan. Lebih dari setengah peserta pelatihan memahami pemaparan materi yang diberikan sehingga mempraktikan cara memperbanyak tanaman nilam menggunakan stek pucuk dengan baik. Keberhasilan rangkaian program ini tidak hanya diukur dari berdirinya rumah pembibitan, tetapi terciptanya sinergi yang erat antar warga dengan mahasiswa KKN serta pemahaman ilmu baru yang dapat dipraktikkan oleh masyarakat. Kolaborasi mahasiswa KKN UNS dengan warga Desa Segorogunung telah menjadi awal dari perjalanan. Awal dari kemandirian,keterampilan, serta jiwa optimis untuk ekonomi desa yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Penulis: Team KKN UNS Kelompok 48

Pewarta: Sgno2t.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *