SIGI, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID//Sebagaimana dilaporkan oleh kanal YouTube resmi Kompas.com, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tengah menjalankan langkah strategis modernisasi pertahanan secara masif dan terukur guna menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Melalui serangkaian pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari berbagai negara mitra internasional, Indonesia memposisikan diri sebagai kekuatan penengah (middle power) yang tangguh di antara pengaruh negara-negara besar dunia. Seluruh proses pengadaan dijadwalkan berlangsung bertahap hingga mencapai puncaknya pada tahun 2026.
Kekuatan Udara Diperkuat Rafale, T-50i, A400M, dan Drone ANKA
Modernisasi armada udara Indonesia ditandai dengan kedatangan jet tempur Rafale buatan Prancis, yang dipesan sebanyak total 42 unit. Tiga unit pertama telah mendarat pada 23 Januari 2026 dan ditempatkan di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, sebagai basis operasional utama. Selain Rafale, dua unit tambahan pesawat latih tempur T-50i buatan Korea Selatan tiba pada 13 Februari 2026 di Lanud Juanda, Sidoarjo, sebagai bagian dari kontrak pengadaan enam unit E-Advance Jet Trainer. Pesawat tersebut saat ini sedang menjalani proses perakitan di Lanud Iswahjudi, Madiun.
Memperkuat kemampuan logistik dan kemanusiaan, pesawat angkut Airbus A400M asal Prancis telah tiba pada November 2025. Pesawat multifungsi ini dilengkapi kemampuan air-to-air refueling serta dirancang untuk mendukung misi logistik, bantuan kemanusiaan, dan evakuasi bencana. Sementara itu, untuk kebutuhan pengawasan wilayah, Drone ANKA buatan Turki telah tiba di Lanud Supadio, Pontianak, pada 26 September 2025, menggantikan drone CH-4 produksi Tiongkok. Drone tersebut memiliki panjang 8,6 meter, rentang sayap 17,5 meter, dan tinggi 3,25 meter.
Kekuatan Laut Diperkuat Kapal Induk dan Kapal Survei
Di sektor maritim, Indonesia akan menerima hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia, yang ditargetkan tiba sebelum Hari Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober 2026. Meski berstatus hibah, pemerintah tetap perlu menyiapkan anggaran untuk penyesuaian teknis sesuai kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut. Selain itu, KRI Canopus-936, kapal jenis Bantu Hidro-Oseanografi (Ocean Going) buatan Jerman, telah resmi memperkuat armada laut Indonesia. Kapal ini difungsikan untuk kegiatan survei hidro-oseanografi, pemetaan dasar laut, serta pengelolaan data kelautan di laut lepas.
Indonesia Tegaskan Posisi sebagai Middle Power Global
Kombinasi teknologi militer dari Prancis, Korea Selatan, Turki, Italia, dan Jerman ini mencerminkan strategi diversifikasi pertahanan Indonesia yang tidak bergantung pada satu blok kekuatan tertentu. Langkah ini dinilai sebagai upaya tegas Indonesia dalam menegaskan posisinya sebagai middle power yang aktif dan independen di tengah persaingan strategis antara Amerika Serikat dan Tiongkok.(**)
Sumber: Kanal YouTube Kompas.com
(Rif)






