Tanpa Koneksi, Tanpa Biaya — Anak Petani Mamuju Buktikan Seleksi TNI AD 2026 Terbuka untuk Semua

  • Whatsapp

PALU, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID//Farel Poli, 20 tahun, anak petani coklat dari Mamuju tanpa latar belakang keluarga militer, hari ini berdiri di antara 115 pemuda peserta Sidang Parade Calon Bintara Prajurit Karier (Caba PK) TNI AD Reguler Pria Tahun Anggaran 2026 Tingkat Panpus, di Aula Nanggala Yudha Mako Yonif 711/Rks, Jalan Emi Saelan, Kota Palu — untuk ketiga kalinya. Tanpa uang. Tanpa koneksi.

Sidang parade yang digelar Kamis (19/2/2026) dipimpin Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayor Jenderal TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, selaku Ketua Panitia Daerah, dengan melibatkan tim pengawas dari Mabesad. Seluruh 115 peserta dinyatakan hadir lengkap.

Muat Lebih

Untuk memastikan setiap aspek seleksi berjalan objektif dan terstandar, kegiatan ini melibatkan tim penilai lintas bidang. Kolonel Inf Freddino Jane Silalai, S.I.P bertugas sebagai Wakil Ketua Panpus yang mengkoordinasikan jalannya seluruh tahapan seleksi. Kolonel Arm Doddy Suhadiman, S.E., M.M selaku Sekretaris I bertanggung jawab atas kelancaran administrasi kepanitiaan. Kolonel Inf Marsana hadir sebagai Pengawas yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan. Kolonel Caj Antony Tambunan selaku Kepala Ajendam XXIII/Palaka Wira memimpin urusan personalia dan administrasi prajurit.

Di tingkat teknis, Kolonel Ckm Dr. Subarkat Bangun S., Sp.PK memimpin tim pemeriksaan kesehatan guna memastikan setiap calon memenuhi standar kesehatan fisik yang ditetapkan TNI AD. Letkol Caj Salvius Beda Taniwut, S.H., M.H memimpin tim pemeriksaan psikologi untuk menilai kematangan mental dan kestabilan kejiwaan peserta. Mayor Inf Eman Suparman memimpin tim uji jasmani yang mengukur kemampuan fisik calon prajurit secara langsung. Mayor Arm Saptoni Fitra memimpin tim penelitian personel guna menelusuri rekam jejak dan latar belakang setiap peserta. Mayor Caj (K) Tjatur Erra Prasestiani memimpin tim pemeriksaan administrasi untuk memverifikasi kelengkapan dan keabsahan seluruh dokumen persyaratan. Sementara Letkol Arh Tomas Mulyadi selaku Ketua Tim Pengamanan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan kondusif.

Pangdam menegaskan, tidak ada ruang bagi titipan maupun praktik kecurangan dalam proses ini. “Seleksi dilaksanakan secara terbuka dan profesional. Setiap calon memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan. Tidak ada ruang untuk praktik tidak terpuji. Kita berkomitmen melahirkan prajurit yang berkualitas, berintegritas, dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Farel telah dua kali mengikuti seleksi pada 2025 namun belum berhasil. Ia kembali tanpa bimbingan latihan formal maupun pelatih privat — belajar mandiri, mencari informasi lewat media sosial, lalu mendatangi Kodim Mamuju untuk verifikasi resmi. “Tidak ada keluarga dari TNI. Ingin membanggakan keluarga dan sudah cita-cita dari kecil,” ujarnya.

Selama tiga kali mengikuti seleksi, Farel menegaskan tidak pernah ada pungutan biaya dalam bentuk apapun. “Tidak pernah dipungut bayaran apapun dan berkas-berkas selalu lengkap,” katanya. Pernyataan ini sejalan dengan komitmen yang ditegaskan institusi: seleksi TNI AD terbuka dan dinilai murni berdasarkan kemampuan peserta.

Ketika ditanya kesiapannya mengemban Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, termasuk risiko penempatan di wilayah mana pun, bila diterima menjadi anggota TNI AD, Farel menjawab singkat: “Siap melaksanakan.”

Melalui sidang parade ini, Kodam XXIII/Palaka Wira berharap terpilih calon bintara yang profesional dan tangguh. Kisah Farel menjadi bukti bahwa seleksi TNI AD tidak berbayar dan terbuka bagi siapa saja yang datang dengan kemampuan dan kesiapan nyata.(Rif)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *