Jika Negosiasi Berhasil: Retrofit Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Senilai Rp7,56 Triliun Jadi Batu Loncatan PT PAL Bangun LHD Nasional 2027

  • Whatsapp
Sumber Foto: Wikipedia

SIGI, SULTENG – ONLINENEWS.ID//Dilansir dari konten edukatif yang dipublikasikan akun YouTube tvOneNews dan Jagat Pertahanan, perkembangan kapal induk pertama Indonesia menghadirkan fakta strategis yang sering luput dari perhatian. Kapal induk ex-Italia Giuseppe Garibaldi 551 memang diberikan dalam skema hibah tanpa biaya pembelian, namun Kementerian Keuangan telah menyetujui pembiayaan sebesar 450 juta dollar AS atau sekitar Rp7,56 triliun untuk program retrofit dan modernisasi agar layak operasional bagi TNI Angkatan Laut. Dana ini bukan untuk membeli kapal, melainkan investasi transformasi teknologi maritim.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali menyampaikan bahwa proses negosiasi untuk mengakuisisi kapal induk masih berlangsung, melibatkan TNI AL, Angkatan Laut Italia, pabrikan Fincantieri, dan Kementerian Pertahanan. Jika negosiasi berjalan lancar, kapal ditargetkan tiba di Indonesia sebelum HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026. Kementerian Pertahanan bersama TNI tengah menyiapkan personil awal untuk mengawaki kapal, termasuk pembinaan dan pelatihan yang diperlukan.

Giuseppe Garibaldi dibangun tahun 1981, diluncurkan 1983, dan dipensiunkan 1 Oktober 2024 setelah empat dekade bertugas. Sebagai kapal induk ringan dengan displacement sekitar 14.000 ton, Garibaldi dirancang untuk operasi pesawat VTOL seperti Harrier dan helikopter anti-kapal selam, dilengkapi ski-jump di haluan serta sistem pertahanan udara dan persenjataan anti-kapal. Secara teknis, kapal tidak bisa langsung digunakan—sistem harus diperbaharui, struktur ditinjau ulang, sensor dan sistem tempur disesuaikan dengan kebutuhan operasional Indonesia.

Di sinilah momentum strategis muncul. Dana retrofit rencananya dialokasikan kepada PT PAL Indonesia yang ditugaskan melaksanakan modernisasi dengan kemungkinan dukungan teknis dan supervisi dari Fincantieri. Jika skema ini berjalan, Indonesia bukan sekadar menerima kapal, tetapi mendapatkan kesempatan belajar teknologi carrier secara langsung. Retrofit melibatkan peninjauan struktur lambung, integrasi ulang sistem kelistrikan, pembaharuan radar dan sensor, sistem komunikasi tempur, manajemen deck penerbangan, hingga stabilitas kapal dalam konfigurasi operasional baru.

Bagi PT PAL, ini bukan hanya proyek triliunan rupiah, tetapi laboratorium teknologi hidup. Jika proses berjalan dengan transfer pengetahuan optimal, PT PAL akan memiliki pengalaman langsung menangani kapal sekelas carrier ringan—sesuatu yang hanya dimiliki segelintir negara. Kemampuan ini menjadi aset berharga karena PT PAL telah menyampaikan rencana membangun Landing Helicopter Dock (LHD) nasional dengan target pembangunan dimulai sekitar 2027.

Retrofit Garibaldi bisa menjadi batu loncatan nyata menuju proyek LHD nasional tersebut. Melalui proyek ini, PT PAL berpotensi memahami tata kelola deck penerbangan besar, sistem hangar dan elevator pesawat, manajemen pergerakan udara di atas kapal, hingga integrasi sistem pertahanan kapal berbasis flight deck—fondasi penting sebelum membangun LHD generasi Indonesia. Pengalaman hands-on semarang ini sangat berharga dan tidak bisa dibeli dengan uang.

Modernisasi mencakup evaluasi sistem propulsi berusia empat dekade, integrasi ulang sistem kelistrikan untuk mendukung sensor dan sistem tempur modern, upgrade radar dan sensor navigasi ke standar terkini, serta penyesuaian sistem komunikasi tempur dengan doktrin operasional TNI AL. Flight deck harus dipastikan kondisi struktural yang baik untuk operasi pesawat dan helikopter, sistem hangar dan elevator direvisi untuk pergerakan efisien, dan seluruh sistem terintegrasi dengan command and control armada nasional.

Sebagian pihak mungkin melihat Garibaldi sebagai kapal tua, namun dalam industri pertahanan, umur platform bukan faktor tunggal. Banyak kapal perang besar dunia menjalani modernisasi ekstensif dan tetap relevan puluhan tahun. Yang penting adalah apakah proyek ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kapabilitas nasional secara menyeluruh.

Jika retrofit hanya memperbaiki dan mengecat ulang, manfaatnya terbatas. Tetapi jika menjadi proses pembelajaran industri sistematis, Indonesia tidak sekadar memiliki kapal induk ringan, tetapi sedang membangun fondasi teknologi untuk masa depan. Rp7,56 triliun bukan angka kecil, namun jika menghasilkan transfer pengetahuan, peningkatan kemampuan galangan nasional, dan membuka jalan bagi pembangunan LHD domestik pada 2027, nilainya jauh melampaui nominal anggaran.

Bagi TNI AL, kehadiran Giuseppe Garibaldi akan mengubah dinamika operasional secara fundamental—untuk pertama kalinya Indonesia memiliki platform yang mampu mengoperasikan pesawat tempur dan helikopter di tengah laut, memberikan proyeksi kekuatan udara yang mobile dan fleksibel, sangat krusial untuk negara kepulauan dengan wilayah maritim sangat luas.

Kolaborasi dengan Fincantieri, salah satu galangan kapal terkemuka dunia dengan pengalaman membangun kapal induk dan LHD modern, akan mempercepat kurva pembelajaran PT PAL secara signifikan. Proyek Garibaldi harus dilihat sebagai bagian integral dari roadmap kemandirian industri pertahanan maritim Indonesia. Selama ini Indonesia sangat bergantung pada impor untuk platform besar seperti fregat dan korvet. Kemampuan membangun LHD secara mandiri akan menjadi game-changer yang menempatkan Indonesia dalam liga produsen kapal perang kelas berat.

Garibaldi mungkin datang sebagai hibah, tetapi peluang yang dibawanya adalah investasi industri jangka panjang. Jika dimanfaatkan dengan tepat, proyek ini bisa menjadi awal dari babak baru—Indonesia bukan hanya pengguna kapal induk ringan, tetapi suatu hari bisa menjadi pembangunnya. Dengan target kedatangan sebelum HUT TNI ke-81 pada Oktober 2026, tahun ini akan menjadi milestone bersejarah bagi kekuatan maritim Indonesia.

Dari hibah menuju transformasi—inilah esensi sejati dari proyek kapal induk Giuseppe Garibaldi.**

Sumber: YouTube tvOneNews, YouTube Jagat Pertahanan

(Rif)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *