Ko Awi dan Filosofi Berkah yang Tak Pernah Habis

  • Whatsapp

PALU, SULTENG – NEDIA ONLINENEWS.ID//Berkah kita tidak akan pernah habis kalau kita terus menanam berkah lagi. Kalau kita cuma menikmati berkah yang sudah ada tapi lupa menanam berkah baru, berkahnya cuma sampai segitu saja.” Filosofi hidup sederhana namun dalam itu meluncur dari Chandra Wijaya—atau akrab disapa Ko Awi—Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah.

Bagi pebisnis sukses yang juga menjabat sebagai Ketua PTMSI, serta telah malang melintang di berbagai organisasi kemanusiaa Sulteng ini, perbuatan baik bukan sekadar seremonial menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Ia meyakini hukum sebab akibat—menanam kebajikan pasti berbuah manis dan harum.

Muat Lebih

“Toleransi itu adalah ketika kita bersama-sama membantu situasi kemanusiaan,” ujar Ko Awi menjelaskan latar belakang kegiatan yang meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian sembako untuk anak-anak difabel, dan donor darah dengan target 125 pendonor.

Ko Awi tak menyembunyikan kekagumannya terhadap TNI, khususnya Kodam XXIII/Palaka Wira dan Persit KCK. “Saya bersyukur baksos kami kali ini didukung langsung oleh Pangdam Palaka Wira dan Ibu-Ibu Persit yang ternyata juga merayakan ulang tahun ke-80,” katanya.

“Sejak pandemi COVID, kami tidak pernah berhenti berkolaborasi. Dari pembagian masker pertama, alat tes COVID, sampai pembangunan huntap—saya selalu dipercaya oleh Ibu Persit. Itu mengalir saja, dan saya rasakan berkah tidak pernah habis.”

Menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa 17 Februari 2026, Ko Awi menyampaikan pesan universal. “Makanya saya selalu mengajak: mau kita apa agamanya, mau kita dari suku apa, kita mengulurkan tangan kepada sesama yang kesusahan. Karena kita punya berkah, tidak akan pernah habis kalau kita juga menanam berkah lagi.”

Kegiatan ini juga didukung berbagai pihak: Pimpinan Maxima, Lancar Bersama Medika, Bank BCA Palu, Yayasan Buddha Tzu Chi, Lions Club, APINDO, serta para tenaga kesehatan dan relawan—bukti bahwa kebaikan memang tak mengenal sekat.

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering terpecah oleh perbedaan, Ko Awi mengingatkan kita: berkah yang kita tanam hari ini adalah harapan yang akan kita tuai esok. Dan di Palu, Sabtu itu, kebajikan kembali ditanam. Gong Xi Fa Cai. Selamat Tahun Baru Imlek 2577 .Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *