Kerja Sama Strategis PT Pindad dan FNSS Turki Wujudkan Transfer Teknologi Kendaraan Tempur Generasi Modern

  • Whatsapp

SIGI, SULTENG – ONLINENEWS.ID//Sabtu, 15/02/2026//Dilansir dari konten edukatif yang dipublikasikan akun YouTube Militer Insight ID, kemajuan signifikan kembali terjadi dalam modernisasi kendaraan tempur darat Indonesia. Program kerja sama strategis antara PT Pindad dan FNSS Turki untuk menghadirkan Kaplan atau Harimau Armored Personnel Carrier (APC) kini memasuki fase yang semakin konkret, menandai dimulainya era baru kendaraan tempur modular multi-misi bagi TNI Angkatan Darat.

Program ini menjadi penting karena Indonesia tidak hanya membeli kendaraan, tetapi juga menjalankan transfer teknologi strategis yang memungkinkan industri pertahanan nasional memperoleh kemampuan produksi kendaraan tempur berteknologi tinggi di dalam negeri.

Muat Lebih

Kaplan APC dirancang sebagai armor personel carrier generasi modern yang mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan medan tempur, dari operasi mekanis konvensional hingga misi bantuan kemanusiaan dan operasi stabilisasi. Konsep Platform Modular Multi-Misi Yang membuat Kaplan APC sangat menarik adalah konsep platform modular multi-misi, di mana satu desain dasar kendaraan dapat dikonfigurasi menjadi berbagai varian operasional tanpa harus merancang kendaraan baru dari awal. Istilah modular dalam konteks ini merujuk pada kemampuan kendaraan untuk diubah perannya dengan mengganti atau menambahkan modul tertentu—seperti mengganti turret, menambah sistem komunikasi khusus, atau memasang peralatan medis—tanpa mengubah struktur dasar kendaraan.

Platform ini dirancang dapat mendukung berbagai konfigurasi seperti kendaraan angkut infanteri mekanis, kendaraan pos komando, kendaraan pengintai, kendaraan evakuasi medis, kendaraan zeni tempur, kendaraan recovery, kendaraan pembawa mortir, hingga kendaraan dukungan tembakan. Fleksibilitas ini memberikan efisiensi operasional dan logistik yang sangat tinggi bagi TNI Angkatan Darat, karena berbagai jenis misi dapat didukung dengan platform yang memiliki komponen dan sistem dasar yang sama. Konsep ini sejalan dengan tren kendaraan tempur modern yang mengutamakan adaptabilitas dan efektivitas biaya dalam jangka panjang.

Progres Produksi Februari 2026 Dalam perkembangan terbaru pada Februari 2026, unit pertama Kaplan APC yang diproduksi di fasilitas FNSS Turki dilaporkan telah memasuki tahap akhir perakitan dengan sebagian besar komponen utama sistem kendaraan dan integrasi perlindungan sudah terpasang hampir sepenuhnya. Tahap berikutnya adalah pengujian kualifikasi (qualification testing), yaitu serangkaian pengujian mobilitas, ketahanan, perlindungan balistik, serta uji performa sistem kendaraan untuk memastikan standar operasional militer terpenuhi sebelum kendaraan diserahkan.

Setelah pengujian awal ini, kendaraan akan menjalani evaluasi tambahan bersama pihak pengguna untuk memastikan konfigurasi operasionalnya sesuai dengan kebutuhan taktis TNI Angkatan Darat di berbagai lingkungan operasi, mulai dari hutan tropis hingga wilayah urban. Target program saat ini masih mengarah pada penyelesaian pengujian sepanjang 2026 dengan rencana pengiriman kendaraan awal kepada pengguna pada akhir tahun setelah seluruh proses sertifikasi selesai.

Transfer Teknologi dan Produksi Lokal Yang paling strategis dari program ini adalah komponen transfer teknologi. Setelah unit pertama selesai diuji, unit kedua direncanakan mulai diproduksi di Indonesia oleh PT Pindad, menandai tahap nyata dari transfer teknologi dan peningkatan kemampuan manufaktur kendaraan tempur nasional. Produksi lokal ini sangat penting karena membuka peluang pengembangan varian lanjutan, integrasi sistem persenjataan dalam negeri, serta potensi ekspor di masa depan apabila platform terbukti memenuhi standar internasional.

Jika jadwal ini berjalan sesuai rencana, maka fase produksi lanjutan di Indonesia dapat dimulai secara bertahap, mempercepat pembentukan ekosistem industri kendaraan tempur nasional yang lebih mandiri. Langkah ini sejalan dengan kebijakan kemandirian industri pertahanan yang telah menjadi prioritas strategis pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Spesifikasi Teknis FNSS Kaplan APC FNSS Kaplan APC adalah kendaraan angkut personel lapis baja beroda rantai generasi baru yang dirancang untuk mobilitas tinggi dan perlindungan maksimal. Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, kendaraan ini memiliki bobot sekitar 30-36 ton dan mampu mengangkut hingga 13 personel. Kecepatan maksimum mencapai 70-78 kilometer per jam dengan jarak tempuh hingga 450 kilometer.

Dari sisi mesin dan performa, Kaplan APC menggunakan mesin diesel dengan transmisi otomatis dan rasio tenaga terhadap berat sebesar 22 hp/ton. Sistem perlindungannya memenuhi standar STANAG 4569 untuk proteksi balistik, ranjau, dan Improvised Explosive Device (IED), dilengkapi dengan sistem pendingin udara (AC), proteksi Chemical, Biological, Radiological, and Nuclear (CBRN), serta opsi Active Protection System (APS).

Persenjataan Kaplan APC dapat berupa turret berawak atau tanpa awak (manned/unmanned) dengan meriam otomatis kaliber 12,7 milimeter hingga 40 milimeter, mortir 120 milimeter, dan rudal anti-tank. Dari sisi mobilitas, kendaraan ini menggunakan suspensi batang torsi dengan kemampuan melewati rintangan vertikal setinggi 0,9 meter, parit selebar 2 meter, dan kemiringan hingga 60 persen.

Fitur khusus yang dimiliki meliputi sistem kesadaran situasional 360 derajat yang berfungsi siang dan malam, Battlefield Management System untuk koordinasi operasi, serta desain modular yang sama dengan medium tank Harimau. Kombinasi fitur ini menjadikan Kaplan APC sebagai platform multifungsi untuk berbagai kebutuhan operasional mulai dari infanteri mekanis, pengintaian, evakuasi medis, hingga dukungan tembakan.

Signifikansi Strategis bagi TNI AD Dengan desain perlindungan modern, mobilitas tinggi, dan kemampuan adaptasi multiperan, Kaplan APC diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung baru kendaraan tempur lapis baja kelas menengah dalam struktur pasukan mekanis TNI Angkatan Darat. Kehadiran platform ini akan meningkatkan kapabilitas infanteri mekanis dalam berbagai skenario operasi, mulai dari pertahanan teritorial hingga operasi multinasional.

Masuknya Kaplan APC ke tahap akhir produksi bukan hanya menunjukkan kemajuan satu proyek kendaraan, tetapi juga menandai transformasi yang lebih besar. Ini adalah langkah nyata Indonesia menuju kemampuan produksi kendaraan tempur modern berbasis teknologi bersama dan manufaktur dalam negeri. Dengan keberhasilan program ini, Indonesia semakin mendekati visi kemandirian industri pertahanan yang menjadi salah satu pilar kedaulatan nasional.

Program Kaplan APC menunjukkan bahwa kolaborasi strategis antara industri pertahanan nasional dan mitra internasional dapat menghasilkan produk berkelas dunia sekaligus membangun kapasitas teknologi dan manufaktur di dalam negeri. Keberhasilan proyek ini akan membuka jalan bagi program-program serupa di masa depan, memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kendaraan tempur di kawasan Asia Tenggara.

Foto: EDR Magazine (https://www.edrmagazine.eu/)
Sumber: YouTube Militer Insight ID, Google (Spesifikasi) Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *