Ngopi Santai Bersama Danpomdam XXIII/Palaka Wira: Di Balik Ketegasan, Ada Keramahan

  • Whatsapp

PALU, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID//Jumat sore (13/02/2026), sekitar pukul 16.00 WITA, beberapa awak media bergegas menuju Markas Polisi Militer (Mapomdam) Kodam XXIII/Palaka Wira di Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Palu. Undangan dari Komandan Pomdam XXIII/Palaka Wira Kolonel (Cpm) Indra Jaya menjadi kesempatan istimewa untuk mengenal lebih dekat sosok di balik seragam yang identik dengan ketegasan.

Usai Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi yang berlangsung siang harinya, Danpomdam dengan penuh kesediaan mengundang sejumlah wartawan untuk berbincang santai di kantornya. Didampingi Wakil Komandan Pomdam Letnan Kolonel (Cpm )Anggun, perbincangan mengalir hampir satu jam dalam suasana hangat. Kopi yang disajikan jajaran Pomdam turut mencairkan kesan formal.

Muat Lebih

“Polisi Miliner itu penegakan hukum umum, disiplin, dan tata tertib di lingkungan TNI. Itu kuncinya,” ujar Danpomdam membuka perbincangan dengan lugas namun tetap ramah. Dengan sabar, Kolonel Indra Jaya menjelaskan detail operasi yang berlangsung sepanjang tahun, meluruskan anggapan bahwa operasi hanya berlangsung menjelang peringatan hari TNI.

“Kita bekerja selama satu tahun penuh, 365 hari. Bukan karena mau ke HUT TNI, tetapi memang setiap tahun kita melakukan operasi,” tegasnya. Responsif terhadap setiap pertanyaan awak media, ia menjelaskan secara gamblang perihal penyalahgunaan atribut militer oleh sipil.

“Barang-barang tersebut bisa disalahgunakan. Nanti kalau ada orang melakukan tindak pidana pakai baju loreng, yang kena nama baik TNI,” jelasnya sembari memberikan pengecualian untuk kegiatan tertentu yang sudah mendapat izin, seperti acara retreat pejabat atau kegiatan organisasi seperti FKPPI yang telah memiliki prosedur penggunaan seragam loreng.
.

Perbincangan tidak semata berkutat pada operasi dan aturan. Topik ringan diselingi tawa turut menghiasi obrolan sore itu. Keterbukaan dan keramahan yang ditunjukkan Danpomdam mencerminkan kepeduliannya terhadap peran media sebagai jembatan informasi antara institusi TNI dengan masyarakat.

Pertemuan hangat ini mengingatkan pada tulisan Aqua Dwipayana dalam buku “Produktif Sampai Mati” yang menyebut bahwa aktivitas manusia paling dominan adalah komunikasi, mencapai 80 persen. Ketika institusi mengundang media, di dalamnya terkandung transparansi kepada publik tentang kinerja yang memang bisa dibuka, termasuk di dunia militer.

Dwipayana, dosen komunikasi yang berpengalaman mengajar di Seskoad, Seskoal, dan Sespimti, serta mantan jurnalis dan praktisi humas PT Holcim, menekankan bahwa seorang humas haruslah rendah hati, senang bersilaturahmi, serta tidak alergi terhadap masukan.

Sosok Kolonel (Cpm )Indra Jaya dalam pertemuan ini merefleksikan seorang pimpinan yang tegas di institusinya namun tetap humanis dan apresiatif dalam membangun relasi dengan jurnalis. Keterbukaan dan responsivitasnya menunjukkan pemahaman mendalam bahwa jurnalis adalah mitra strategis dalam mendorong kemajuan berbagai sektor termasuk di lingkungan TNI, melalui pemberitaan yang informatif, edukatif, mencerahkan, serta sebagai kontrol sosial yang konstruktif.

Melihat keramahan Danpomdam pada pertemuan sore itu, kesan Polisi Militer yang kaku rasanya menjadi cair. Karena di balik seragam dan tugas yang melekat, seorang anggota TNI juga manusia biasa yang membutuhkan komunikasi dan silaturahmi. Tak terasa, larut dalam perbincangan yang mengalir, senja mulai menjelang. Kami pun menutup pertemuan yang berkesan tersebut dengan berpamitan. Rasa terima kasih mendalam kami sampaikan kepada Danpomdam beserta jajaran yang telah memberikan kehormatan dan kepercayaan kepada awak media untuk hadir dalam silaturahmi yang penuh makna ini.Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *