PALU, SULTENG – ONLINENEWS.ID//Polresta Palu mengerahkan sekitar 500 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Poboya di depan kantor PT Citra Palu Minerals (CPM) pada Kamis (12/2/2026) yang berjalan kondusif tanpa insiden berarti. Kapolresta Palu, Kombes Pol Hari Rosena, S.H., S.I.K., M.Si., dalam wawancara dengan awak media menyampaikan bahwa personel yang diterjunkan merupakan gabungan dari berbagai unsur.
“Kurang lebih ada 500 personel. Ada dari Polda, ada Dalmas dari Brimob, kemudian juga anggota kita sendiri dari Polresta Palu” jelasnya. Kombes Hari Rosena menegaskan bahwa pihaknya hanya berperan sebagai fasilitator yang menjaga agar tidak terjadi tindakan anarkis.
“Untuk menyampaikan aspirasi rakyat itu memang diatur dalam undang-undang. Selama masih secara santun dan sesuai aturan, yang penting mereka tidak anarkis, kita menjaga itu,” ujarnya. Ia menjelaskan, ini merupakan kali ketiga Polresta Palu memfasilitasi pertemuan antara masyarakat yang mengatasnamakan penambang dengan pihak CPM.
Kapolresta menegaskan, posisi kepolisian netral dan tidak berpihak.Pihaknya memang hanya mengamankan situasi supaya tidak terjadi konflik, khususnya anarkis. Ini kan termasuk fasilitas objek vital karena merupakan investasi, apalagi CPM ini perusahaan TBK,” tegasnya.
Personel kepolisian yang diterjunkan telah menjalankan tugas dengan pendekatan humanis dan proporsional sesuai standar operasional prosedur pengamanan unjuk rasa. ”
Dokumentasi foto usai aksi menunjukkan suasana yang mencerminkan hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat. Terlihat tokoh-tokoh masyarakat peserta aksi berbincang-bincang santai dengan personel keamanan, bahkan beberapa di antaranya tampak saling bercengkerama dengan akrab.
Ari Nugroho dari PT CPM menyatakan apresiasi terhadap kinerja aparat kepolisian. “Aparat hukum sangat membantu kami dalam mengamankan situasi. Mereka profesional dan sangat memahami kondisi di lapangan,” ujar Ari.
Aksi yang semula direncanakan hingga pukul 17.00 WITA berakhir lebih awal setelah PT CPM menyampaikan surat undangan musyawarah kepada tokoh masyarakat. Kombes Hari Rosena menyatakan penyelesaian melalui jalur dialog merupakan langkah terbaik dalam menyelesaikan persoalan.Rif






