WONOGIRI, JATENG – MEDIA ONLINENEWS.ID//Pemerintah Kabupaten Wonogiri menggelar pertemuan dan audiensi bersama para pedagang terdampak kebakaran Pasar Slogohimo, Selasa (10/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Slogohimo itu membahas sosialisasi persiapan pembangunan kembali Pasar Slogohimo pascakebakaran yang terjadi pada September 2023 lalu.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, anggota DPRD Kabupaten Wonogiri Dapil III, jajaran OPD terkait, Forkopimcam Slogohimo, serta sekitar 400 pedagang Pasar Slogohimo. Audiensi berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga 15.30 WIB dan berjalan tertib serta kondusif.
Dalam paparannya, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UMKM Kabupaten Wonogiri Wahyu Widyawati menyampaikan bahwa pembangunan pasar direncanakan dimulai tahun 2026 dengan konsep pasar tetap satu lantai dan tidak ditingkat. Pembangunan akan dimundurkan sekitar 14 meter dari as jalan demi keselamatan dan penataan kawasan.
“Total anggaran pembangunan Pasar Slogohimo mencapai Rp17,17 miliar, bersumber dari bantuan provinsi sebesar Rp10 miliar dan sisanya dari APBD Kabupaten Wonogiri. Proses lelang direncanakan Februari hingga Maret 2026, pembangunan April sampai November, dan peresmian pada Desember 2026,” jelasnya.
Dalam sesi tanya jawab, para pedagang menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari penataan kios dan los agar tidak merugikan pedagang lama, transparansi pelelangan, pengaturan parkir, hingga harapan agar retribusi pasar tidak dinaikkan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan bahwa prinsip utama pembangunan pasar adalah melindungi hak pedagang lama. Ia memastikan tidak ada pedagang yang dirugikan serta pelelangan kios dan los akan dilakukan secara transparan.
“Pedagang lama tetap menjadi prioritas utama. Selama proses pembangunan, pasar darurat tetap bisa digunakan dan tidak ada penarikan retribusi,” tegas Bupati.
Sementara itu, Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H. mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M. menyampaikan bahwa Polres Wonogiri mendukung penuh jalannya kegiatan dialog antara pemerintah dan pedagang sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kamtibmas.
“Kami mengapresiasi komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dan para pedagang. Polres Wonogiri memastikan pengamanan kegiatan berjalan optimal sehingga aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan aman dan tertib,” ujar AKP Anom.
Ia menambahkan, Polres Wonogiri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan TNI dalam mengawal setiap tahapan pembangunan Pasar Slogohimo agar berjalan lancar dan kondusif.
Selama kegiatan berlangsung, pengamanan dilakukan oleh delapan personel Polsek Slogohimo dan lima personel Koramil Slogohimo. Secara keseluruhan, pertemuan dan sosialisasi pembangunan Pasar Slogohimo berjalan aman, tertib, dan terkendali. (*)
[Pewarta: Sgno2t]






