PALU, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID//Pratu I Wayan Ari Artha, anggota Polisi Militer yang mewakili Kodam XIII/Merdeka, berhasil meraih gelar Pesilat Terbaik Kategori Dewasa Putra pada Pencak Silat Militer Open Tournament Piala Pangdam XXIII/Palaka Wira yang ditutup di Gelora Bumi Kaktus, Palu, Sabtu malam, 7 Februari 2026.
Dalam wawancara eksklusif usai menerima penghargaan, atlet asal Bali ini berbagi kisah inspiratif perjalanan kariernya serta pesan moral bagi generasi muda pencak silat Indonesia.
*Perjalanan dari Tim Garuda TNI AD*
Pratu I Wayan Ari Artha, yang bertanding di kelas I Dewasa Putra dengan berat badan 88 kilogram (kategori 85-90 kg), mengungkapkan bahwa dirinya merupakan bagian dari Tim Garuda TNI Angkatan Darat yang dipilih sebagai atlet terbaik.
“Saya aslinya dari Tim Garuda TNI AD. Di sini kan sudah dipilih yang terbaik. Pengurusannya di Disjas (Dinas Jasmani), tapi saya mewakili Kodam XIII/Merdeka,” jelasnya.
Meskipun bertugas di Polisi Militer dengan penempatan di Disjas Angkatan Darat, Pratu I Wayan Ari Artha dipanggil oleh Kodam XIII/Merdeka untuk mengikuti turnamen bersejarah ini.
*Perjuangan Melawan Lawan-Lawan Tangguh*
Dalam perjalanannya meraih gelar juara, Pratu I Wayan Ari Artha mengakui menghadapi lawan-lawan yang sangat tangguh sejak babak penyisihan hingga final.
“Dari penyisihan sudah berat semua. . Yang paling berat di semifinal kemarin, lebih ketat lagi,” ungkapnya.
Atlet yang berasal dari Perguruan Perisai Diri ini kini membawakan jurus-jurus Pencak Silat Militer (PSM) dalam setiap pertandingan, meskipun tidak melupakan akar perguruan asalnya.
“Kalau di Perisai Diri, tetap di PD. Di PSM, beda lagi. Jadi kita mempelajari semuanya. Untuk turnamen ini saya bawakan PSM, tapi di akhir saya tidak lupa perguruan saya, Perisai Diri,” jelasnya.
*Segudang Prestasi Internasional*
Pratu I Wayan Ari Artha bukan atlet biasa. Sebelum meraih gelar di Palu, ia telah mengoleksi sederet prestasi dengan meraih medali emas di berbagai kompetisi bergengsi.
Di antaranya, medali emas pada Indonesia Open Internasional di Medan, Jakarta Internasional, Piala Kasad, Piala Panglima, Piala Kapolri, dan kejuaraan di Batam. Bahkan, ia pernah bertanding atlet dari Amerika Serikat dan Malaysia di final kejuaraan internasional.
“Di Medan Internasional ketemu Amerika, di Jakarta ketemu atlet Malaysia di final,” kenangnya dengan rendah hati.
*Pesan Moral: Jaga Martabat Pencak Silat*
Ketika ditanya tentang fenomena tawuran antarperguruan yang kerap terjadi di berbagai daerah, Pratu I Wayan Ari Artha menyampaikan pesan moral yang penuh makna bagi generasi muda pencak silat.
“Namanya pendekar, yang pertama itu hati harus suci dan bersih. Ikhlas untuk semuanya. Namanya pertandingan, ada yang menang, ada yang kalah. Itu biasa. Menang kita bersyukur, kalah juga kita ikhlas,” tegasnya.
Ia melanjutkan dengan seruan yang menggerakkan hati: “Pesan saya untuk para pesilat di mana pun berada, ayolah ini Indonesia, basis kita memang pencak silat. Mari sama-sama kita jaga martabat pencak silat ini. Kalau bukan kita, kalau bukan dari pesilat, siapa lagi?”
*Dedikasi Sejak Usia Dini*
Pratu I Wayan Ari Artha memulai perjalanan pencak silatnya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Melalui sistem tingkatan sabuk putih, biru, hingga merah di perguruan, ia terus mengasah kemampuannya hingga mencapai level internasional.
Kegigihan dan dedikasinya dalam berlatih, dikombinasikan dengan nilai-nilai moral yang kuat, telah membentuknya menjadi atlet yang tidak hanya unggul dalam teknik, tetapi juga dalam karakter.
*Inspirasi bagi Generasi Muda*
Kisah Pratu I Wayan Ari Artha membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat, seorang atlet dapat meraih prestasi gemilang hingga tingkat internasional.
Keberhasilannya mengharumkan nama Kodam XIII/Merdeka dan TNI Angkatan Darat di Pencak Silat Militer Open Tournament Piala Pangdam XXIII/Palaka Wira menjadi bukti nyata bahwa Indonesia Timur memiliki atlet-atlet berkualitas yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Lebih dari sekadar gelar juara, Pratu I Wayan Ari Artha telah memberikan teladan bagi generasi muda bahwa pencak silat bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga tentang keikhlasan, kesucian hati, dan menjaga martabat olahraga warisan budaya bangsa.
Selamat kepada Pratu I Wayan Ari Artha atas prestasinya yang membanggakan. Semoga kisah inspiratifnya terus memotivasi atlet-atlet muda Indonesia untuk terus berprestasi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat.
(Rif.Audio: RR)






