TNI AD Transformasi Tank Scorpion 90: Retrofit Canggih Gantikan Pembelian Alutsista Baru

  • Whatsapp

SIGI, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID//Dilansir dari kanal YouTube Kursalfa Geo, TNI Angkatan Darat tengah melaksanakan program modernisasi besar-besaran terhadap armada tank ringan Scorpion 90 melalui skema retrofit komprehensif pada tahun 2026, menandai komitmen pertahanan Indonesia dalam optimalisasi alutsista eksisting di tengah perkembangan teknologi militer modern.

Berdasarkan data publik dan rilis resmi dari instansi terkait yang dianalisis oleh sumber tersebut, langkah strategis Kementerian Pertahanan ini merupakan respons terhadap karakteristik geografis Indonesia yang didominasi hutan lebat dan rawa, di mana tank ringan seberat 8 ton seperti Scorpion masih memiliki keunggulan taktis dibandingkan tank kelas berat konvensional.

Muat Lebih

Program peremajaan ini mencakup empat sektor utama:
1. Power train dengan peremajaan total mesin diesel Perkins untuk mempertahankan mobilitas hingga 80 km/jam.
2. Penyempurnaan sistem mekanik recoil pada meriam utama Cockeril MK3 MA1 kaliber 90 mm guna meningkatkan stabilitas tembakan terhadap kendaraan lapis baja ringan dan bunker pertahanan.
3. Integrasi teknologi terkini dari PT Respati Solusi Rekatama, berupa sistem pengunci sasaran otomatis (auto-targeting system) dan sinkronisasi dengan Battle Management System (BMS) TNI AD yang memungkinkan transmisi data real-time ke markas besar.
4. Penambahan lapisan pelindung armor melalui teknik retrofitting untuk meningkatkan survivability kru tanpa mengorbankan kelincahan platform.

Menurut analisis pertahanan yang disajikan narasumber, program ini menghasilkan penghematan anggaran triliunan rupiah dibandingkan pengadaan tank baru, sekaligus menciptakan armada dengan kapabilitas hit-and-run yang optimal untuk kondisi medan operasi Indonesia.

Transformasi Scorpion 90 ini menegaskan bahwa efektivitas taktis tidak selalu bergantung pada spesifikasi teknis tertinggi, melainkan kesesuaian platform dengan doktrin operasional dan karakteristik wilayah pertahanan.(**) Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *