Modernisasi Armada Laut: Lima Kapal Perang Canggih TNI AL Siap Perkuat Pertahanan Maritim Indonesia

  • Whatsapp

SIGI, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID//Jumat, 06-Februari 2026, Dilansir dari kanal edukasi YT SEA5 (04/02/2026), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) tengah menjalani gelombang peremajaan armada secara masif dengan menghadirkan lima platform tempur generasi terbaru yang dilengkapi teknologi canggih untuk memperkuat pertahanan maritim nasional. Menurut ulasan yang dirilis SEA5, kelima kapal perang tersebut mencakup kapal selam modern, fregat berteknologi tinggi, hingga kapal pendukung riset oseanografi yang kini berada dalam berbagai tahap penyelesaian.

Program modernisasi ini merepresentasikan upaya strategis Indonesia dalam meningkatkan kapabilitas pertahanan laut di tengah dinamika geopolitik kawasan.

Muat Lebih

*Kapal Selam Scorpene Class: Transfer Teknologi Penuh dari Prancis*

Sebagaimana dilaporkan narasumber SEA5, pada April 2024, Indonesia resmi memesan dua unit kapal selam kelas Scorpene Evolve dari Naval Group Prancis dengan skema transfer teknologi penuh. PT PAL Indonesia ditunjuk sebagai mitra utama dalam negeri untuk proyek strategis jangka panjang ini. Kontrak resmi berlaku pada Juli 2025, dengan fokus utama tidak langsung membangun kapal, melainkan menyiapkan pondasi industri mulai dari peningkatan fasilitas galangan PT PAL, sistem kualitas, hingga kesiapan sumber daya manusia.

Perkembangan signifikan terjadi pada 12 Desember 2025 dengan selesainya kualifikasi steel cutting, menandakan PT PAL telah siap secara teknis untuk memasuki tahap produksi. Jika berjalan sesuai rencana, konstruksi fisik kapal selam akan dimulai pada Juni 2026, bersamaan dengan pelatihan intensif ratusan insinyur dan teknisi Indonesia bersama Naval Group yang mencakup desain, integrasi sistem tempur, hingga perawatan jangka panjang.

*KRI Kanopus 936: Kapal Riset Oseanografi Berteknologi Tinggi*

Sumber SEA5 melaporkan, Indonesia memasuki tahap akhir pengadaan KRI Kanopus 936, kapal bantu hidro-oseanografi untuk pemetaan laut, survei, riset, serta dukungan SAR dan lingkungan maritim. Pembangunan kapal sepanjang 105 meter ini dilakukan melalui kerja sama internasional. Lambung dibangun di Batam oleh PT Pindad Marine dan diluncurkan September 2024, kemudian dikirim ke galangan Abeking & Rasmussen di Jerman untuk pemasangan peralatan oseanografi.

Pada November 2025, KRI Kanopus berhasil melakukan float out dan kini berada dalam tahap fitting out dengan pemasangan sensor multibeam, perangkat bawah air, dan sistem survei oseanografi. Kapal diperkirakan akan diserahkan dan siap beroperasi pada 2026 sebagai aset strategis Pushidrosal TNI AL dalam memperkuat penguasaan data laut dan riset oseanografi.

*KRI Prabu Siliwangi: Fregat Italia Siap Bergabung Maret 2026*

Menurut informasi SEA5, KRI Prabu Siliwangi merupakan unit kedua dari dua kapal perang modern kelas FREMM yang dibeli Indonesia dari Italia pada Maret 2024. Pemberian nama dilakukan dalam ship naming ceremony di galangan Fincantieri Muggiano, Italia, pada 29 Januari 2025. Sementara KRI Brawijaya telah operasional dan tiba di Indonesia pada 10 September 2025, KRI Prabu Siliwangi diserahkan kepada TNI AL pada 22 Desember 2025.

Kapal sepanjang 143 meter ini saat ini melaksanakan rangkaian uji coba lanjutan di laut yang dimulai sejak 8 Januari 2026 di perairan Italia. Uji coba mencakup pemeriksaan sistem mesin, navigasi, sistem tempur, hingga berbagai jenis persenjataan yang dilakukan oleh kru TNI AL yang telah dilatih intensif. Target penyelesaian, KRI Prabu Siliwangi akan tiba di Indonesia sekitar Maret 2026 untuk memperkuat armada laut nasional.

*Fregat Merah Putih: Produksi Dalam Negeri Menuju Kemandirian*

Sebagaimana dilansir SEA5, unit pertama kapal fregat kelas Balaputradewa atau Fregat Merah Putih, yakni KRI Balaputradewa 322, diluncurkan pada 18 Desember 2025. Kapal buatan PT PAL sepanjang 140 meter ini kini melaksanakan fitting out sistem persenjataan, radar, sistem tempur, serta uji integrasi antar sistem. Setelah melalui uji coba di laut, KRI Balaputradewa diperkirakan aktif beroperasi antara 2028-2029. Sementara unit kedua sedang dibangun di galangan PT PAL.

Perkembangan menggembirakan terjadi pada 21 Januari 2026, ketika pemerintah Indonesia dengan perusahaan asal Inggris Babcock International menandatangani kontrak penjualan lisensi untuk dua unit tambahan fregat jenis ini. Meskipun masih berupa letter of intent, hal ini menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat kemampuan laut nasional secara berkelanjutan sambil mengasah kemampuan industri pertahanan dalam negeri.

*Fregat Kelas Istanbul: Kerja Sama Strategis dengan Turki*

Narasumber SEA5 mengungkap, Indonesia juga dalam proses akuisisi kapal fregat canggih buatan Turki, yakni kapal fregat kelas Istanbul (I-Class atau kelas Ada) sepanjang 113 meter. Kapal ini merupakan desain terbaru dari program pengembangan kapal perang MILGEM Turki dengan kemampuan anti-udara, anti-kapal, serta operasi bawah laut yang seimbang.

Kontrak ditandatangani antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan galangan kapal STM Turki dalam ajang pameran pertahanan IDEF 2025 di Istanbul pada 26 Juli 2025, dengan pesanan dua unit kapal fregat kelas Istanbul. Perkembangan penting muncul pada event DIMDEX 2026 di Doha, Qatar, pada 19 Januari 2026, ketika STM Shipyards menandatangani kesepakatan senilai sekitar USD 1 miliar dengan Barzan Holdings, perusahaan strategis milik Kementerian Pertahanan Qatar.

Dalam skema ini, Barzan berperan sebagai mitra pembiayaan dan pengelola proyek untuk mempercepat pengiriman. Sumber SEA5 melaporkan, berdasarkan konfirmasi beberapa pengamat dan media terpercaya, dua unit fregat kelas Istanbul untuk Indonesia tidak dibangun dari nol, melainkan berasal dari unit yang sedang dalam tahap pembangunan untuk Angkatan Laut Turki, yakni TCG Izmir dan TCG Kinaliada, yang kemudian dialihkan untuk Indonesia—mirip skema pengadaan KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi.

Namun hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Turki maupun Indonesia terkait pengalihan dua unit kapal tersebut. Jika skema ini terealisasi, TNI AL dipastikan akan menerima fregat modern ini dalam waktu relatif singkat.

*Transformasi Digital Pertahanan Maritim*

Menurut analisis SEA5, kelima platform tempur ini bukan sekadar penambahan jumlah armada, melainkan mencerminkan transformasi digital dalam sektor pertahanan nasional. Sistem komputerisasi berbasis teknologi canggih untuk pengambilan keputusan taktis dan integrasi data sensor mulai diimplementasikan pada platform-platform baru tersebut.

Kehadiran armada modern ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas patroli di wilayah perbatasan maritim Indonesia yang membentang lebih dari 54.000 kilometer, sekaligus menjadi deterrence factor di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang strategis bagi kepentingan nasional.(**) Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *