WONOGIRI, JATENG – MEDIA ONLINENEW.ID//Desa Randusari ,Kecamatan Slogohimo melaksanakan musyawarah pendirian gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), tahab tiga yang di hadiri oleh Kepala Desa Randusari Paryanto ,Danramil 22/Slogohimo 0728 Kodim Wonogiri Kap Inf Mulyono ,Babinsa Serma Maryanto dan tokoh masyarakat Desa Randusari ,Kecamatan Slogohimo ,Wonogiri pada Selasa(3/2/2026)
Kades Randusari Paryanto menyampai apresiasi dan dukungannya atas pendirian gedung Koprasi Desa Merah Putih (KDMP) program nasional melalui TNI yang bertujuan menjadikan koperasi desa sebagai pusat kegiatan ekonomi multifungsi bagi masyarakat desa.
Meski dirancang untuk mempercepat program nasional pendirian KDMP di Kecamatan Slogohimo , namun demikian kendala lokasi menjadi penyebab lambatnya progres pembangunan dan tata kelola penempatan lahan yang di sediakan oleh desa,” kata Paryanto.
Dalam hal itu Danramil 22/Slogohimo 0728 Kodim Wonogiri Kap Inf Mulyono menyampaikan kalimat yang sama bahwa rerata setiap desa di Wonogiri hampir mengalami hal serupa tentang lahan tanah yang tersedia di masing-masing desa tidak di pastikan memiliki tanah kas yang memadai ukuran luas untuk di didirikan gedung yang di tentukan oleh progam tersebut.
Program nasional Koprasi Desa Merah Putih (KDMP) ini guna meningkatkan ekonomi pedesaan melalui integrasi berbagai layanan, faktor geografis dan pengelolaan aset desa akan menjadi meningkat lantaran adanya sarana usaha yang akan di kelola masyarakat desa secara mandiri. KDMP tidak lagi membatasi peran koperasi desa hanya sebagai lembaga simpan pinjam. Program ini mendorong koperasi menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup pengelolaan kios pangan, apotek desa, jasa logistik, hingga klinik kesehatan dasar.
Dengan desain bangunan modern, setiap unit KDMP dilengkapi fasilitas pendukung seperti cold storage untuk penyimpanan produk pertanian, sistem kasir digital, serta konektivitas internet yang memungkinkan transaksi daring dan pemantauan usaha secara real-time,” jelas Danramil Mulyono.
Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penciptaan pendapatan tambahan dan lapangan kerja baru. Selain itu, KDMP diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan lokal, mengembangkan industri agro, serta memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa. Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih tangguh dan mandiri.
Namun, di Kecamatan Slogohimo Masih ada tiga desa yang belum melaksanakan pembangunan masih menunggu proses perijinan , selain itu kendala utama di karenakan kondisi lokasi dan adanya bangunan lama milik instansi yang harus melalui proses perijinan atas bangunan lama tersebut,”pungkas Mulyono.
Kondisi ini terpantau jelas di Kecamatan Slogohimo.Serma Maryanto , anggota TNI Koramil Resort Kecamatan Slogohimo, menyatakan bahwa hingga saat ini terdapat tiga desa di wilayahnya yang belum memulai progres fisik pembangunan gedung KDMP. “Ketiga desa tersebut masih menunggu rekomendasi dari pihak desa dan kecamatan. Proses musyawarah desa (musdes) masih berlangsung untuk menentukan lokasi yang sesuai dengan kesepakatan warga , ketiga desa yang belum melaksanakan pembangunan gerai KDMP yaitu Desa Sambirejo,Desa Setren dan Desa Sukoboyo,” jelas Serma Maryanto.
Program ini tetap menjadi harapan bagi pemerataan ekonomi nasional, terutama di wilayah pedesaan yang selama ini tertinggal dalam akses layanan ekonomi modern.
Pewarta: (Sgno2t/Team)






