TNI AL Perkuat Armada Tempur dengan Tankbot Antasena Karya Anak Bangsa

  • Whatsapp

SIGI, SULTENG-MEDIA ONLINENEWS.ID//Kodaeral III – TNI Angkatan Laut resmi memperkuat kekuatan tempurnya dengan mengoperasikan satu unit Tankbot Antasena, alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern hasil karya anak bangsa. Pengalihan alutsista ini dilakukan dari Pusat Pembekalan dan Angkutan Angkatan Darat sebagai bagian dari sinergi antarmatra dalam memperkuat pertahanan nasional, khususnya di wilayah perairan strategis Indonesia.

Antasena dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan taktis TNI dalam menghadapi berbagai skenario ancaman modern, mulai dari operasi militer perang, operasi militer selain perang, hingga pengamanan wilayah pesisir dan sungai. Kendaraan tempur air ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara empat perusahaan pertahanan dalam negeri, yaitu PT Pindad (Persero), PT Lundin Industry Invest, PT Len Industri, dan PT Hariff, dengan dukungan penuh Kementerian Pertahanan RI.

Muat Lebih

Antasena memiliki spesifikasi teknis yang mengesankan, dengan panjang 18,7 meter dan lebar 7,5 meter, mampu mengangkut 60 orang personel ditambah 5 orang kru. Kecepatan maksimum mencapai 40 knot (74 kilometer per jam) dengan daya jelajah hingga 600 mil laut. Lambung tank boat Antasena terbuat dari komposit karbon, material yang kekuatannya 10 kali lipat kekuatan baja namun beratnya hanya sepersepuluhnya.

Antasena dilengkapi senjata utama Remote Controlled Weapon Station (RCWS) kanon kaliber 30 mm dan dua senapan mesin 12,7 mm. Integrasi teknologi abad 21 memungkinkan kendaraan ini mengetahui kondisi medan di sekelilingnya secara real-time dan mengoperasikan drone untuk memandu roket Cockerill Falarick 105 mm.

Pengalihan Antasena ke Koda Aeral 3 memiliki makna strategis mengingat wilayah kerjanya dikenal memiliki karakter perairan yang kompleks dengan banyak jalur sungai, pesisir, serta perairan dangkal yang membutuhkan unsur tempur dengan mobilitas tinggi dan daya gempur yang memadai. Kehadiran Antasena diharapkan mampu memperkuat kemampuan satuan dalam melaksanakan operasi pengamanan wilayah, patroli tempur, hingga dukungan tembakan jarak dekat bagi pasukan yang beroperasi di sekitar perairan. (Rif)

Sumber: YouTube Irwan Chan, Kompas.com
Foto: IndonesiaDefence.com (20 Mei 2022)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *