PALU, SULTENG-MEDIA ONLINENEWS.ID//Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengungkapkan bahwa dari segi jumlah standar sarana, kantornya masih mengalami kekurangan peralatan. Hal ini disampaikan di sela-sela kegiatan kunjungan edukatif siswa TK Mutiara Hati dan PAUD Ilmi Amaliyah ke Kantor Pencarian & Pertolongan Orang (Basarnas) Palu, Senin (26/1/2026).
“Kalau dari segi jumlah standar sarana, kita masih kurang. Kurangnya karena keterbatasan anggaran,” ujar Moh. Rijal. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapat dukungan dari Komisi 5 DPR RI untuk meningkatkan jumlah sarana yang dimiliki Basarnas. Selain itu, terdapat arahan dari Presiden untuk menggunakan teknologi-teknologi terbaru dalam operasi pencarian dan pertolongan.
“Kemarin kami sudah didukung oleh teman-teman dari Komisi 5 DPR RI supaya Basarnas bisa lebih meningkatkan jumlah sarananya. Kemudian sesuai dengan arahan Presiden untuk menggunakan teknologi-teknologi terbaru untuk pencarian, itu sudah kita upayakan,” jelasnya.
Muh. Rizal menyampaikan kabar gembira bahwa tahun ini Kantor SAR Palu akan mendapat bantuan untuk mengadakan beberapa peralatan yang lebih canggih guna membantu proses pencarian maupun proses evakuasi. “Alhamdulillah tahun ini kita mendapat bantuan untuk mengadakan beberapa peralatan yang lebih canggih untuk membantu proses pencarian maupun proses evakuasi,” ungkapnya.
Salah satu teknologi yang akan digunakan adalah drone evakuasi. Menurut Muh. Rizal, dengan teknologi ini, pada saat melaksanakan evakuasi di daerah yang sulit, tidak harus lagi manusia yang harus menjangkau korban secara langsung. “Pesawatnya sudah bisa turun dan drone itu sudah bisa langsung mengevakuasi korbannya. Jadi kita sudah bisa lihat posisinya dimana, drone itu akan turun, ada alatnya yang untuk mengangkat mereka itu sudah bisa,” paparnya.
Moh. Rizal berharap sarana tersebut bisa segera dipenuhi di Basarnas sehingga proses pencarian dan evakuasi untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan bisa lebih cepat dan tepat.
Sebelumnya, Kantor Pencarian & Pertolongan Orang (Basarnas) Palu menerima kunjungan edukatif dari puluhan siswa TK Mutiara Hati dan PAUD Ilmi Amaliyah dalam rangka program SAR Goes to School. Para siswa mendapat pembekalan mengenai penanganan bencana melalui pemutaran video animasi edukatif, pengenalan alat-alat evakuasi, hingga simulasi penggunaan perahu karet. Kegiatan edukasi seperti ini merupakan bagian dari upaya Basarnas dalam melakukan tindakan preventif dan preemtif, tidak hanya berperan saat dan pasca bencana terjadi, tetapi juga membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat sejak dini.Rif






