Belajar Mitigasi Bencana, Siswa TK Mutiara Hati dan PAUD Ilmi Amaliyah Kunjungi Kantor Pencarian-Pertolongan Orang , Palu

  • Whatsapp

PALU, SULTENG-MEDIA ONLINENEWS.ID//Sebanyak 50 siswa-siswi TK Mutiara Hati dan PAUD Ilmi Amaliyah melaksanakan kunjungan edukatif ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin sekolah yang bertujuan untuk memberikan pembelajaran langsung kepada siswa, khususnya terkait mitigasi bencana.

Rombongan yang didampingi oleh beberapa orang guru tersebut disambut dengan hangat oleh pimpinan dan seluruh personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu. Dalam kunjungan ini, para siswa mendapatkan pembekalan mengenai penanganan bencana melalui berbagai metode, mulai dari pemutaran video animasi edukatif, pengenalan alat-alat evakuasi, hingga simulasi penggunaan perahu karet.

Muat Lebih

Kepala PAUD Ilmi Amaliyah, Isnaeni, S.Pd., melalui surat resmi nomor 015/PAUD.IA/PEND/1/2026 tertanggal 23 Januari 2026 yang ditujukan kepada Kepala Kantor Basarnas, menyampaikan bahwa kunjungan ini sesuai dengan tema pembelajaran “Profesi Berbagai Pekerjaan dan Fungsi Kendaraan”. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan profesi petugas SAR (pencarian dan pertolongan) kepada anak-anak usia dini, serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk merasakan langsung naik kendaraan Basarnas. Dengan demikian, anak-anak dapat mengenal tugas mulia dalam menolong masyarakat saat bencana maupun darurat, serta memahami fungsi kendaraan Basarnas.

Ibu Nursyam, salah satu guru pendamping dari TK Mutiara Hati, menjelaskan latar belakang kunjungan tersebut. “Kami kunjungan ke sini supaya anak-anak mengetahui tugas dari Basarnas dan mengenalkan alat-alat apa yang digunakan ketika melakukan evakuasi bencana. Kegiatan ini setiap tahun kami laksanakan, sudah masuk di kurikulum kami,” ujar Ibu Nursyam. Ia menambahkan bahwa meskipun anak-anak masih usia dini dan masih dalam tahap bermain, kegiatan ini memiliki manfaat penting.

“Harapannya sebagai pengembangan rasa simpati kepada orang yang terkena bencana. Selain itu, melalui simulasi, anak-anak juga belajar bagaimana menghadapi bencana seperti gempa supaya mereka tidak panik. Dari menonton animasi tadi, mereka bisa melihat bagaimana cara menghadapi banjir atau gempa,” jelasnya. Ibu Nursyam juga menyampaikan bahwa orang tua siswa sangat mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan sekolah, termasuk kunjungan edukatif ini.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Moh. Rizal, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi untuk anak-anak ini merupakan program berkelanjutan yang dilaksanakan secara rutin. “Hari ini kita dapat dua kunjungan dari dua sekolah. Ini bukan hanya hari ini, hampir setiap minggu kami dapat kunjungan dari adik-adik PAUD maupun adik-adik TK. Kami memberikan edukasi terkait dengan kebencanaan, mengingat wilayah kita rawan bencana,” ujar Moh. Rizal.

Ia menjelaskan bahwa materi edukasi dikemas dalam bentuk yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak usia dini. “Agenda pertama, mereka datang kami sajikan video film terkait dengan kebencanaan dengan gaya anak-anak, kartun yang menggambarkan jika terjadi banjir apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipersiapkan. Kemudian kami memberikan pembelajaran terkait dengan bagaimana menggunakan perahu karet,” jelasnya.

Moh. Rijal menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar anak-anak dapat menolong diri sendiri saat terjadi bencana. “Dengan suasana yang santai, adik-adik bermain bisa menangkap apa yang menjadi tujuan kita ke depan, supaya adik-adik minimal kalau tidak bisa menolong orang lain bisa menolong dirinya sendiri. Khususnya bencana, kita mengajarkan adik-adik supaya tetap tenang pada saat terjadi gempa, sembunyi di bawah meja, kemudian apabila ada kesempatan waktu bisa lari keluar menuju ke lapangan di titik kumpul yang sudah dipersiapkan,” paparnya.

Kegiatan ini bagian dari rangkaian program SAR Goes to School, di mana Basarnas memberikan edukasi kepada siswa dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias dan gembira mengikuti setiap sesi pembelajaran.

Melalui kunjungan ini, diharapkan siswa TK Mutiara Hati dan PAUD Ilmi Amaliyah dapat memiliki pemahaman dasar tentang kesiapsiagaan bencana sejak dini. Kantor Pencarian dan Pertolongan tidak hanya melaksanakan peran pentingnya saat dan pasca suatu bencana terjadi, tetapi juga melakukan tindakan preventif dan preemtif seperti edukasi untuk masyarakat, termasuk anak usia dini. Langkah ini menjadi investasi penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat sejak dini.Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *