BANDA ACEH-MEDIA ONLINENEWS.ID//Persoalan paling mendesak pascabencana banjir di Aceh saat ini adalah ketersediaan hunian bagi warga terdampak. Hingga kini, masih banyak pengungsi yang bertahan di tenda-tenda darurat, dengan kondisi yang jauh dari layak, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Aceh dari Fraksi Partai NasDem, Muslim Ayub, menegaskan bahwa tanpa hunian sementara, para korban bencana akan kesulitan menjalankan ibadah Ramadan secara maksimal. Menurutnya, Aceh sebagai daerah bersyariat Islam membutuhkan perhatian khusus agar warganya dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan bermartabat.
“Yang jadi soal hari ini adalah hunian. Masih banyak masyarakat yang tinggal di tenda-tenda pengungsian. Apalagi menyambut Ramadan, tentu sangat berat jika mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar Muslim Ayub.
Ia menilai ibadah puasa merupakan ibadah yang sakral bagi umat Islam. Karena itu, kondisi pengungsian yang minim privasi dan kenyamanan sangat memprihatinkan jika dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi konkret.
Muslim Ayub berharap proses pembangunan hunian sementara bagi korban banjir Aceh dapat dituntaskan sebelum Ramadan. Ia menyebut pemerintah pusat melalui berbagai instansi terkait telah menyiapkan langkah percepatan pembangunan hunian sementara.
“Pemerintah pusat melalui BNPB, Kementerian PUPR, dan kementerian terkait lainnya akan mendirikan sekitar 15 ribu unit hunian sementara. Ini harus segera direalisasikan,” katanya.
Menurutnya, hunian sementara tersebut akan dibangun di wilayah-wilayah dengan dampak bencana paling besar, di antaranya Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, serta Pidie Jaya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar target pembangunan hunian sementara dapat tercapai tepat waktu.
“Harapan kita, sebelum Ramadan tiba, masyarakat sudah bisa menempati hunian sementara. Ini bukan sekadar soal tempat tinggal, tapi soal kemanusiaan dan penghormatan terhadap nilai-nilai ibadah,” tegasnya. ( Ade / Pdtry)






