TNI Angkatan Laut Masuk 10 Besar Dunia: Kapasitas Besar, Bukan Klaim Superioritas

  • Whatsapp
Ilustrasi Foto: AI

SIGI, SULTENG-MEDIA ONLINENEWS.ID//Indonesia mencatatkan pencapaian strategis di panggung maritim global. Pada 2026, TNI Angkatan Laut resmi memasuki jajaran 10 besar angkatan laut terbesar dunia berdasarkan total tonase kapal perang aktif. Namun, angka ini bukan soal dominasi teknologi—melainkan cerminan kapasitas operasional yang sesuai dengan karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Peringkat ini didasarkan pada indikator aggregate displacement, yakni total bobot seluruh kapal perang aktif dalam satu armada. Perhitungan mencakup kapal tempur permukaan, kapal selam, kapal amfibi, serta kapal pendukung dan logistik. Yang perlu dipahami, indikator ini tidak menilai kualitas senjata, sistem radar, atau kemampuan tempur modern. Ia hanya mengukur seberapa besar kapasitas fisik armada laut yang dimiliki sebuah negara.

Muat Lebih

Pada tahun 2026, total displacement TNI Angkatan Laut berada di kisaran 354.000 ton. Dengan angka tersebut, Indonesia mengungguli Korea Selatan dan Italia, serta masuk dalam kelompok yang sama dengan negara-negara seperti Inggris, Prancis, dan Jepang. Di kawasan Asia Tenggara, posisi ini tidak memiliki pembanding langsung—tidak ada negara lain di wilayah ini yang mendekati kapasitas laut Indonesia secara tonase.

Tonase sebesar itu bukan hasil dari satu jenis kapal saja. Kontributor utamanya berasal dari kapal permukaan utama seperti frigat dan korvet, kapal amfibi dan Landing Platform Dock (LPD), serta kapal bantu dan logistik. Indonesia memiliki armada kapal pendarat dan pendukung yang besar karena kebutuhan operasional lintas pulau dan pengelolaan wilayah laut yang sangat luas. Struktur armada ini menunjukkan bahwa TNI Angkatan Laut dibangun untuk daya angkut, daya jelajah, dan keberlanjutan operasi—bukan semata untuk konfrontasi tempur jarak dekat.

Masuk 10 besar berdasarkan tonase berarti Indonesia memiliki kapasitas laut yang strategis. Ini menunjukkan bahwa TNI Angkatan Laut mampu menggelar pasukan lintas pulau, mengoperasikan armada dalam durasi panjang, menjaga jalur laut vital, serta mendukung operasi skala besar di wilayah maritim. Bagi negara kepulauan, indikator ini sangat relevan karena tantangan utamanya bukan hanya konflik terbuka, tetapi pengamanan wilayah laut yang luas dan terpisah-pisah.

Namun, perlu diluruskan: masuk 10 besar tonase tidak berarti TNI Angkatan Laut adalah angkatan laut terkuat ke-10 di dunia. Kekuatan laut modern ditentukan oleh banyak faktor lain—kualitas sensor dan radar, pertahanan udara kapal, kemampuan peperangan anti-kapal selam, serta integrasi dengan kekuatan udara dan sistem informasi. Beberapa negara dengan tonase lebih kecil bisa memiliki daya tempur lebih tinggi dalam skenario tertentu. Sebaliknya, armada besar unggul dalam keberlanjutan operasi, bukan dominasi teknologi.

Jika dinilai secara realistis, posisi TNI Angkatan Laut saat ini adalah: angkatan laut besar secara kapasitas, kuat secara regional, dan berada di level middle power navy secara global. TNI Angkatan Laut bukan armada proyeksi global dan bukan pula armada ekspedisioner. Namun, Indonesia memiliki armada yang sesuai dengan kebutuhan geografis dan strategisnya.

Tantangan ke depan bukan lagi soal jumlah kapal. Tantangan utamanya adalah integrasi sistem tempur, penguatan pertahanan udara kapal, peningkatan kemampuan anti-kapal selam, serta sinkronisasi dengan TNI Angkatan Udara dan sistem pertahanan nasional. Jika aspek ini diperkuat, kapasitas besar yang dimiliki TNI Angkatan Laut akan berubah menjadi kekuatan tempur yang jauh lebih efektif.

Masuknya TNI Angkatan Laut ke 10 besar dunia pada 2026 adalah indikator kapasitas, bukan klaim superioritas. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fondasi kekuatan laut yang serius. Di laut, yang paling menentukan bukan siapa yang paling banyak bicara—melainkan siapa yang mampu hadir, bertahan, dan beroperasi ketika dibutuhkan.

Sumber: Kanal YouTube Update Militer (https://www.youtube.com/@UpdateMiliter-x3o). Editor: Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *