RIAU-MEDIA ONLINENEWS.ID//Miris Kondisi jalan lintas Pujud–Manggala, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, kian memprihatinkan.
” Kerusakan parah yang terjadi di sepanjang ruas jalan tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat,dan juga para penguna jalan/Sopir namun hingga kini belum juga mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
“Ironisnya, kondisi jalan lintas Pujud–Manggala ini telah berulang kali viral di media sosial. Berbagai video dan foto yang memperlihatkan parahnya kerusakan jalan beredar luas, namun dinilai tidak mampu menggugah respons dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hilir maupun Dinas PUPR Provinsi Riau.
“Warga setempat mengungkapkan, saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan becek, menyerupai sawah. Kondisi ini kerap menyulitkan aktivitas masyarakat, bahkan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sementara saat musim kemarau, debu tebal beterbangan setiap kali kendaraan melintas, seolah hujan salju, dan mencemari lingkungan sekitar.ujar salah se org warga.
“Salah SE orang sopir juga turut menyampaikan keluhan yang sama ,Kalau hujan kami terjebak lumpur, kalau panas debunya masuk ke rumah. Setiap hari kami hirup debu,keluh salah SE orang sopir warga setempat s yang rumahnya berada tepat di pinggir jalan lintas Pujud–Manggala.
“Tak hanya mengganggu aktivitas dan kesehatan, debu tebal juga menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah warga. Perabotan cepat kotor, dinding rumah rusak, dan warga harus menutup pintu serta jendela hampir sepanjang hari.
“Masyarakat Pujud dan Manggala Jonson pun mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani infrastruktur dasar yang menjadi urat nadi perekonomian warga.

Jalan lintas Pujud–Manggala merupakan akses utama penghubung antarwilayah dan jalur penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan Pemerintah Provinsi Riau segera turun tangan,
“Hingga berita ini diterbitkan, kondisi jalan lintas Pujud–Manggala masih rusak parah dan belum terlihat adanya upaya perbaikan di lapangan. Masyarakat hanya bisa berharap keluhan mereka kali ini benar-benar didengar oleh pihak berwenang. Tutup nya.
Red
Aton






