Hari Keempat Pencarian: Tim SAR Gabungan Hadapi Tantangan Medan Berat dalam Operasi Penyelamatan Lansia di Pagimana

  • Whatsapp

PALU, SULTENG -MEDIA ONLINENEWS.ID//Memasuki hari keempat operasi pencarian dan pertolongan, tim SAR gabungan terus menunjukkan dedikasi tinggi meski dihadapkan pada berbagai kendala medan yang menantang. Pencarian terhadap Sail (90 tahun), warga yang hilang di area perkebunan Desa Pisou, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai Luwuk, berlangsung intensif dengan melibatkan sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat setempat.

_Dinamika Operasi Hari Keempat_
Pada Sabtu, 3 Januari 2026 pukul 07.30 WITA, operasi pencarian dimulai dengan pengarahan menyeluruh (briefing) yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan, Liberatus Fangohoi. Dalam briefing tersebut, tim mengkaji kesiapan personel, kelengkapan peralatan, pembagian tugas, serta protokol keselamatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan SAR Nasional.

Muat Lebih

Tim SAR gabungan kemudian melaksanakan penyisiran area menggunakan metode IAMSAR Preliminary Mode Type 2, dengan radius pencarian seluas 6,5 kilometer dari titik terakhir korban terlihat. Metode ini dipilih berdasarkan pertimbangan karakteristik medan dan kondisi korban yang memerlukan pendekatan sistematis.

Hingga pukul 18.00 WITA, saat debriefing dilaksanakan, operasi pencarian belum membuahkan hasil. Tim memutuskan untuk melanjutkan operasi pada esok hari, Minggu, 4 Januari 2026 pukul 07.00 WITA, sesuai dengan Rencana Operasi (Renops) Hari Kelima.

_Kendala Lapangan yang Dihadapi_
Koordinator Lapangan menjelaskan secara terperinci tantangan-tantangan yang dihadapi tim di lapangan. Kendala utama adalah kompleksitas medan berupa banyaknya jalan setapak di sekitar lokasi kejadian terakhir. Kondisi ini menyulitkan tim dalam memperkirakan arah pergerakan korban, terlebih mengingat Sail memiliki riwayat kepikunan yang membuat pola perilakunya sulit diprediksi.

Vegetasi hutan yang rapat menjadi kendala kedua, membatasi jarak pandang tim secara signifikan. Hal ini mengharuskan personel bergerak dengan tempo yang lebih lambat namun teliti, memastikan tidak ada area yang terlewatkan dalam penyisiran.

Ancaman fauna liar menambah kompleksitas operasi. Keberadaan hewan berbahaya seperti ular—yang sempat ditemukan warga dalam radius sekitar seratus meter dari area pencarian—menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh unsur yang terlibat. Aspek keselamatan tim menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pencarian.

_Komitmen Berkelanjutan_
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, tim SAR gabungan menegaskan komitmen untuk terus melanjutkan operasi pencarian. Optimalisasi seluruh sumber daya dan potensi yang tersedia akan dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan personel.

Operasi ini melibatkan sinergi lima unsur utama: Tim Rescue Pos SAR Luwuk, Polsek Pagimana, Koramil Pagimana, pemerintah desa setempat, serta masyarakat yang memiliki pengetahuan lokal. Mereka dilengkapi dengan kendaraan penyelamat, perangkat navigasi, perlengkapan survival hutan, sistem komunikasi lapangan, peralatan medis, dan perlengkapan evakuasi standar.

_Kondisi Cuaca dan Informasi Teknis_
Operasi berlangsung dalam kondisi hujan ringan dengan kecepatan angin sekitar tiga kilometer per jam dari arah barat laut. Lokasi pencarian berada pada koordinat 0°49’40.07″ Lintang Selatan dan 122°38’11.80″ Bujur Timur, berjarak 25 kilometer dari Pos SAR Luwuk.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu akan terus menyampaikan perkembangan operasi kepada publik seiring berjalannya upaya pencarian di lapangan.

Informasi Kontak:
📍 Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu
Jalan Elang No. 12, Birobuli Utara, Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah
☎ Telepon: (0451) 481110
📠 Faksimile: (0451) 481009
🆘 Panggilan Darurat: 115

Kepala Kantor SAR Paluq

(Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *