Tembus 1000 Lebih Jumlah ODP di Kabupaten Gunungkidul

  • Whatsapp
Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti melakukan kunjungan mendadak ke RSUD Saptosari.

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, melaporkan adanya penambahan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Kamis (30/04/2020). Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan per hari ini Jum’at (1/5), jumlah ODP secara akumulatif menembus angka lebih dari seribu jiwa.

“Tercatat 1,011 ODP dan 65 PDP pada hari ini. Jumlah positif COVID-19 masih belum berubah dengan total 8 kasus,” ungkap Dewi Irawaty¬†Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul.

Muat Lebih

Merujuk pada data per kecamatan, ODP terbanyak berada di Karangmojo dengan total 202, disusul Semanu sebanyak 113, dan Kecamatan Ngawen sebanyak 104.

Meski demikian, lebih jelas diungkapkan Irawaty, sebanyak 576 dari 1,011 ODP selesai menjalani pemantauan.

Sementara 35 dari total 65 PDP, juga selesai melalui pemantauan. Tercatat saat ini terdapat 2 PDP dan 1 ODP yang sedang menjalani perawatan.

Selain itu menurutnya, Total jumlah sampel uji swab yang diambil sebanyak 66 spesimen. Dimana, diungkapkan Dewi, 20 masih dalam proses.

“Sampai saat ini tercatat 38 spesimen dinyatakan negatif,” tambah Dewi.

Dewi juga membeberkan, 12 warga yang positif Covid-19 berdasarkan Rapid Test masih menjalani karantina di RSUD Saptosari. Untuk memastikan kondisi sesungguhnya, mereka harus menunggu hasil uji swab.

Terpisah, Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti melakukan kunjungan mendadak ke RSUD Saptosari.

Kunjungan dimaksudkan untuk memastikan pelayanan pada 12 warga yang berkategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Saat saya ke sana direkturnya ada di tempat, begitu pula perawat dan dokter yang bertugas ada semua di sana,” katanya,

Pada kesempatan itu, Endah juga melihat logistik permakanan bagi pasien yang menjalani isolasi diberikan dengan baik dan sesuai standar gizi yang dibutuhkan.

Meskipun demikian, diakui Endah, bahwa persiapan untuk fasilitas kamar masih terus dilakukan. Begitu juga penyelesaian pembangunan agar RSUD Saptosari dapat segera digunakan sebagai fasilitas kesehatan (faskes).

“Tadi saya berdiskusi dengan dokter di sana dan berharap adanya dukungan serta do’a selama bertugas,” pungkasnya. (HR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *